RTRW Kota Sebagai Dasar Pembangunan dan Pengembangan Kota

Denpasar – Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan adanya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai landasan pembangunan dan pengembangan wilayah. Undang-Undang ini bertujuan untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Dalam rangka perwujudan ruang wilayah nasional tersebut, penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia meliputi aspek pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan.

Berdasarkan wilayah administratif masing-masing daerah, penataan ruang terdiri atas penataan ruang wilayah nasional, penataan ruang wilayah provinsi, dan penataan ruang wilayah kabupaten/kota. Penataan ruang tersebut dilakukan secara berjenjang dan komplementer[1]. Adapun wewenang penyelenggaraan penataan ruang diberikan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penyelenggaraan penataan ruang kota merupakan wewenang pemerintah kota yang meliputi pengaturan, pembinaan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan penataan ruang wilayah kota dan kawasan strategis kota; pelaksanaan penataan ruang wilayah kota; pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis kota; dan kerja sama penataan ruang antar kabupaten kota. Data Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum, menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat 93 Kota yang tersebar dari Sabang dari Merauke[2]. Dari total jumlah kota tersebut, baru sekitar 35,5% kota yang sudah berhasil menyelesaikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota yang telah sesuai dengan Undang-Undang Penataan Ruang yang terbaru.

Perencanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota

Sebagai peraturan turunan dari Undang-Undang Penataan Ruang dan lebih bersifat teknis, Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 ditetapkan sebagai salah satu pedoman dalam penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia. Berdasarkan peraturan tersebut, penyusunan dan penetapan rencana tata ruang wilayah kota meliputi proses penyusunan rencana tata ruang wilayah kota; pelibatan peran serta masyarakat di tingkat kota dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah kota; dan pembahasan rancangan rencana tata ruang wilayah kota oleh pemangku kepentingan di tingkat kota. Secara spesifik, proses penyusunan RTRW Kota dilakukan melalui tahapan persiapan penyusunan; pengumpulan data; pengolahan dan analisis data; perumusan konsepsi rencana; dan penyusunan rancangan peraturan daerah kota tentang RTRW Kota.

Dalam rangka optimalisasi hasil perencanaan tata ruang di masing-masing kota, ada beberapa data utama yang harus dimiliki oleh Pemerintah Kota dalam proses perencanaan RTRW Kota[3]. Data-data utama tersebut adalah data wilayah administrasi; data fisiografis; data kependudukan; data ekonomi dan keuangan; data ketersediaan prasarana dan sarana dasar; data penggunaan lahan; data peruntukkan ruang; data daerah rawan bencana; dan peta dasar rupa bumi dan peta tematik yang dibutuhkan termasuk peta penggunaan lahan, peta peruntukkan ruang, dan peta daerah rawan bencana pada skala peta minimal 1 : 25.000.

Khusus bagi perencanaan RTRW Kota, Undang-Undang Penataan Ruang Nomor 26 tahun 2007 mengamanatkan adanya penyediaan ruang terbuka hijau dengan proporsi sebanyak 30% dari luas wilayah kota. Ruang terbuka hijau tersebut terdiri atas ruang terbuka hijau publik, dengan proporsi total minimal 20% terhadap luas wilayah kota, serta ruang terbuka hijau privat. Rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau publik dan pendistribusiannya ini perlu dicantumkan di dalam perumusan konsep RTRW Kota.

Keberadaan Taman-Taman Kota di Surabaya

Keberadaan taman-taman kota dapat dikategorikan di dalam kawasan perlindungan setempat, yang tercakup di dalam jenis kawasan lindung nasional. Penetapan ruang terbuka hijau kota tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa kriteria yaitu luas lahan minimal sebesar 2.500 meter persegi; berbentuk satu hamparan, berbentuk jalur, atau kombinasi dari bentuk satu hamparan dan jalur; dan didominasi komunitas tumbuhan.

rtrw-kota-sebagai-dasar-pembangunan-dan-pengembangan-kota-2

Kota Surabaya merupakan ibukota Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah sekitar 33.306,30 Ha. Berdasarkan data Badan Perencana Kota Surabaya, saat ini ruang terbuka hijau publik di Kota Surabaya telah mencapai lebih dari 20% terhadap luasan wilayah kota. Luasan ruang terbuka hijau publik ini terdiri atas beragam jenis ruang terbuka hijau, yaitu RTH makam, RTH lapangan, RTH telaga/waduk/boezem, RTH dari fasum dan fasos permukiman, RTH kawasan lindung, RTH hutan kota, dan RTH taman dari jalur hijau[4]. Adapun pengelolaan dari masing-masing jenis RTH tersebut dikelola oleh beberapa unit kerja yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing, yang meliputi Dinas Pertanian, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, serta Dinas Pemuda dan Olah Raga.

Keberadaan taman-taman kota di Kota Surabaya telah menorehkan berbagai prestasi, baik di dalam tingkat regional, nasional, maupun internasional. Salah satu foto keberadaan taman kota yang terletak di Surabaya dapat dilihat pada gambar di samping[5]. Berbagai pencapaian prestasi tersebut diantaranya adalah ASEAN Environment Sustainable City, Indonesia Green Region Award 2011, Smart City Award 2011, serta prestasi lainnya[6].

Dengan telah tercapainya jumlah luasan minimal pada ruang terbuka hijau publik tersebut, maka fokus kegiatan pengelolaan pertamanan akan diberikan kepada peningkatan kualitas dalam rangka mempertahankan luasan ruang terbuka hijau tersebut.(ap)


[1] Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 pasal 6 ayat (2)

[2] Data berasal dari www.penataanruang.net

[3] Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2010 pasal 35 ayat (2)

[4] Sumber data berasal dari Badan Perencana Kota Surabaya, Maret 2012

[5] Gambar berasal dari buku “Sparkling Surabaya Parklane” yang diterbitkan oleh Dinas Kebersihan Kota dan Pertamanan, Pemerintah Kota Surabaya

[6] www.surabaya.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s