Permasalahan Air Perkotaan

Permasalahan_Air_Perkotaan_-_Penebangan_Liar

Gambar 1 Penebangan Liar

Bagian Tengah : Lemahnya Pengendalian Pemanfaatan Sempadan Sungai

Tingginya tingkat urbanisasi dan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pemukiman untuk kalangan menengah bawah telah mendorong tumbuhnya pemukiman kumuh di lahan-lahan potensial, termasuk di sempadan sungai. Keberadaan lingkungan kumuh tersebut secara visual mengganggu keindahan kota dan secara fisik menurunkan kualitas air di sungai, meninggikan sedimentasi, dan mempersempit badan sungai.

Permasalahan_Air_Perkotaan_-_Pemukiman_Kumuh

Gambar 2 Pemukiman Kumuh

Bagian Hilir : Kurangnya Luasan RTH dan Buruknya Kondisi Drainase

UUPR 26/2007 mengamanatkan penyediaan RTH perkotaan sebesar 30%. Ketersediaan RTH kota membantu menjamin ketersediaan air tanah perkotaan. Pembangunan kawasan terbangun berskala luas tanpa diikuti penambahan jaringan drainase akan memperbesar peluang terjadinya genangan ketika terjadi hujan besar. Banyaknya jaringan utilitas bawah tanah yang melintang di sepanjang saluran air, serta belum adanya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan saluran air, memperburuk kondisi tersebut.

Permasalahan_Air_Perkotaan_-_Banjir

Gambar 3 Banjir

Permasalahan air perkotaan seperti yang disebutkan di atas, salah satunya dapat diselesaikan dengan cara pelestarian hutan pada bagian hulu, menerapkan konsep penataan kawasan pada bagian tengah, dan melestarikan ruang terbuka hijau pada bagian hilir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s