STANDAR RUANG TERBUKA PERPARKIRAN

STANDAR RUANG TERBUKA PERPARKIRAN

Perparkiran mobil terdiri dari parkir didalam halaman atau didalam persil/perpetakan dan parkir di dalam daerah milik jalan.

Parkir Didalam Persil

  1. Pada kawasan dengan pembatasan lalu lintas dan penggunaan moda angkutan umum sebagaimana diatur dalam rencana tata ruang wilayah, kewajiban parkir pada kawasan pembatasan satu dibatasi sebesar maksimal 70% dari kewajiban yang disyaratkan, kewajiban parkir pada kawasan pembatalan dua dibatasi sebesar maksimal 80%, kewajiban parkir pada kawasan pembatasan tiga dibatasi sebesar maksimal 90%.
  2. Parkir didalam persil/perpetakan terdiri dari:
  1. Pelataran parkir.
  2. Parkir dalam bangunan, yang menyatu dengan bangunan utama dan atau didalam gedung parkir yang terletak diatas permukaan tanah dan atau di bawah permukaan tanah (besmen)
  1. Bangunan atau gedung parkir dan atau pelataran parkir yang berdiri sendiri di atas persil atau perpetakan, maka bangunan dan atau pelataran parkir tersebut ditetapkan dengan penggunaan utama parkir.
  2. Bangunan/gedung parkir atau pelataran parkir yang merupakan bagian dari suatu bangunan atau penggunaan utama, maka bangunan atau pelataran parkir tersebut berfungsi sebagai penggunaan pelengkap di dalam persil maupun lingkungan.
  3. Penataan parkir di dalam bangunan dan di pelataran parkir harus mempertimbangkan dimensi, kemiringan dan pola sirkulasi keluar-masuk kendaraan sehingga dapat mengurangi terjadinya konflik antara pejalan kaki dengan lalu lintas kendaraan.
  4. Parkir didalam persil merupakan kewajiban yang harus disediakan sesuai dengan pemanfaatan ruang yang disyaratkan.
  5. Pada peruntukkan tanah ruang terbuka tidak diwajibkan menyediakan parkir kecuali pada penggunaan rekreasi, lapangan olahraga, tempat pemakaman.
  6. Parkir bersama dalam bentuk pelataran parkir, taman parkir dan atau gedung parkir dapat dibangun pada semua peruntukkan tanah kecuali di peruntukkan tanah ruang terbuka.
  7. Parkir bersama di peruntukkan tanah ruang terbuka diperkenankan pada besmen dengan tidak megurangi prinsip ruang terbuka yang memerlukan penghijauan dengan pohon pelindung.
  8. Parkir bersama yang menghubungkan bangunan-bangunan pembangkit kendaraan di besmen diperkenankan secara terbatas.
  9. Setiap bangunan diwajibkan menyediakan tempat parkir kendaraan sesuai dengan jumlah kebutuhan.
  10. Penyediaan parkir di pekarangan tidak boleh mengurangi daerah penghijauan.
  11. Kebutuhan parkir minimal untuk bangunan-bangunan yang didirikan harus dipenuhi dan disediakan di dalam persil atau perpetakan dengan memperhatikan kelancaran sirkulasi keluar masuk kendaraan dan pejalan kaki, keamanan, keselamatan, kesehatan umum, dan kenyamanan.

 

Standar Kebutuhan Parkir

Jenis Bangunan

Kebutuhan Parkir Minimal

Rumah susun/Apartemen  
– Luas lantai > 150 m2 bruto 1 mobil / 1 unit hunian
– Luas lantai 50 – 150 m2 bruto 1 mobil / 2 unit hunian
– Luas lantai < 50 m2 bruto 1 mobil / 5 unit hunian
Rumah susun murah 1 mobil / 10 unit hunian
Rumah tinggal 1 mobil / 1 unit hunian
Pempus/Pemda/Diplomatik 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Perkantoran/Jasa/Bank 1 mobil / 100 m2 lantai bruto
Pertokoan 1 mobil / 60 m2 lantai bruto
Hotel Kelas I (Bintang 4 – 5) 1 mobil / 5 kamar
Hotel Kelas II (Bintang 2 – 3) 1 mobil / 7 kamar
Hotel Kelas III (Melati & Bintang I) 1 mobil / 10 kamar
   
Bar/NC/Amusement 1 mobil / 10 m2 lantai bruto
Pusat kebugaran 1 mobil / 60 m2 lantai bruto
Restoran/Cafe 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Tempat hiburan lainnya 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
   
SARANA PELAYANAN UMUM  
Terminal/Stasiun/Pelabuhan/Bandara 1 mobil / 100 m2 lantai bruto
Tempat ibadah Kota dan Propinsi 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Rumah Sakit 1 mobil / 300 m2 lantai bruto
Puskesmas 1 mobil / 300 m2 lantai bruto
Poliklinik/RSB/Spesialis 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Praktek Dokter 1 mobil / 100 m2 lantai bruto
Laboratorium 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Apotik 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
   
PENDIDIKAN  
Sekolah Menengah, Akademi, PT 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Lembaga Pendidikan/Kursus 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Perpustakaan 1 mobil / 300 m2 lantai bruto
   
SOSIAL BUDAYA  
Gd. Serba Guna Kelurahan/Kecamatan 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Balai Latihan kerja 1 mobil / 400 m2 lantai bruto
Panti Sosial 1 mobil / 500 m2 lantai bruto
Gd. Jumpa Bakti > Kec. 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Gd. Pertemuan/Balai Resepsi 1 mobil / 20 m2 lantai bruto
Gd. Olahraga 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Kolam renang 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Stadion Olahraga 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Gd. Olah Seni/Gd. Kesenian 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Kompleks Olahraga/Gelanggang olahraga 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Museum Sesuai kebutuhan
Bioskop 1 mobil / 50 m2 lantai bruto
Taman/Taman rekreasi Sesuai kebutuhan
   
PELAYANAN UMUM  
Kantor kelurahan/Kecamatan 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
KUA/BP4/Balai Nikah 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Kantor Pos/Telkom 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Kantor Pelayanan Umum Lainnya 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Kantor Polisi/TNI 1 mobil / 200 m2 lantai bruto
Pemakaman Umum/Krematorium/Rumah Duka Sesuai kebutuhan
   
FASILITAS NIAGA  
Pasar Tradisional Kelurahan/Kecamatan 1 mobil / 400 m2 lantai bruto
Pasar Kota/Propinsi 1 mobil / 100 m2 lantai bruto
   
INDUSTRI  
Industri/Pergudangan 1 mobil / 400 m2 dan 1 truk/1000 lantai bruto
Industri/Pergudangan tipe Perpetakan/Susun 1 mobil / 200 m2 dan 1 truk/1000 lantai bruto
   
KHUSUS  
Instalasi Militer dan lain-lain Sesuai kebutuhan

 

 

–       Standar parkir untuk satu mobil (sedan/van/pick up) minimum lebar 2,25 m dan panjang 4,50 m pada posisi tegak lurus. Sedangkan untuk parkir sejajar, minimum lebar 2,25 m dan panjang 6,00 m, parkir untuk satu truk minimul lebar 3,50 m dan panjang 10,00 m.

–       Rasio parkir pada bangunan parkir ditetapkan seluas 25 m2 untuk satu mobil.

–       Apabila disediakan pedestrian pada posisi parkir tegak (90º), maka lebar pedestrian ditentukan minimal 1,50m.

–       Pada penataan parkir di pelataran yang terdiri dari tempat parkir dan sirkulasi kendaraan harus ditanam pohon-pohon pelindung/peneduh minimal satu pohon setiap 75m2 atau 4 mobil.

–       Setiap jumlah ruang parkir minimal 30 unit harus disediakan ruang tunggu/duduk untuk supir dengan ukuran 2×3 m2.

–       Penataan parkir pada ruang terbuka diantara GSB dan GSJ, diatur sebagai berikut:

 

No

Lebar Rencana jalan (L)

Luas minimum lahan parkir

1

2

3

L < 26 m

26 m <L < 50 m

L > 50 m

Diperbolehkan sampai dengan 75% dan penghijauan.

Diperbolehkan sampai dengan 50% dan penghijauan dan ruang publik lainnya.

Mutlak harus dihijaukan dan ruang publik lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s