Gangguan dan Kerusakan Akibat Kegiatan Manusia/ Lingkungan Buatan

Gangguan dan Kerusakan Akibat Kegiatan Manusia/ Lingkungan Buatan

 

Kerusakan yang timbul di pesisir dan laut lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia dan lingkungan binaan yang dibuat oleh manusia. Alam tidak pernah ‘mencelakakan’ dirinya sendiri, kerusakan alami yang terjadi lebih banyak disebabkan oleh bencana itupun terkadang terdapat peran manusia di dalamnya.Kerusakan yang terjadi di lingkungan pesisir dan laut dibedakan menjadi 6 kategori, yaitu:

  • Pencemaran

Pencemaran merupakan salah satu peran dari manusia yang membuang sisa-sisa/ residu hasil operasional pabrik dan industri tanpa melalui suatu sistem dan mekanisme yang ada sehingga membuat residu tersebut tidak dapat terurai dengan sempurna dan merusak ekosistem yang terdapat di pesisir dan laut.

  • Degradasi fisik habitat

Pencemaran yang terjadi secara perlahan-lahan akan menyebabkan suatu degradasi fisik habitat sehingga habitat yang ada akan mengalami evolusi secara perlahan.

  • Eksploitasi sumber daya secara berlebih

Kategori ini merupakan salah satu kerusakan alam yang paling sering terjadi disebabkan oleh manusia yang tidak pernah merasakan kepuasan dalam mendapatkan hasil tangkapan sumber daya alam yang terdapat di pesisir dan laut. Fenomena tersebut dapat disamakan dengan habisnya hutan-hutan tropis akibat penebangan yang berlebihan tanpa disertai dengan konsep pelestarian alam yang jelas. Hal lainnya yang menonjol yaitu penggunaan peralatan yang tidak sesuai dengan kaidah eksploitasi sumber daya perikanan dan kelautan seperti penggunaan bom ikan dan potas sehingga kelanjutan sumber daya laut menjadi terganggu.

  • Abrasi pantai

Abrasi pantai disebabkan oleh alam (arus ombak yang besar dan berlangsung terus menerus hingga menyebabkan garis pantai menjadi terkikis dan lebih pendek) atau disebabkan oleh ulah manusia yang membuat lingkungan binaan di sekitar pantai tanpa memiliki konsep perencanaan yang jelas.

  • Konversi kawasan lindung

Kerusakan alam lainnya yang kerap terjadi yaitu konversi kawasan lindung. Kawasan lindung adalah suatu kawasan yang memang diperuntukkan untuk menunjang kawasan di sekitarnya agar fungsi aslinya dapat terus terjaga. Jika terjadi perubahan atau kerusakan pada kawasan lindung maka kawasan sekitarnya juga turut merasakan kerusakan yang sama.

  • Bencana alam

Bencana alam adalah salah satu bentuk kerusakan alam yang tidak dapat diatur oleh manusia, tetapi yang perlu ditekankan adalah manusia juga dapat berperan di dalamnya. Banjir merupakan salah satu contoh nyata bahwa peran mausia dalam mengelola saluran serta menjaga kelestarian hutan adalah faktor utama penyebab terjadinya banjir.

Jika dilihat dari sumber atau penyebabnya, kerusakan lingkungan pesisir dan laut dapat berasal dari luar atau di dalam sistem wilayah pesisir dan laut. Pencemaran dapat berasal dari limbah yang dibuang oleh kegiatan pembangunan yang berasal dari hulu, pesisir, atau laut, seperti limbah domestik dari permukiman, limbah areal tambak, atau buangan kapal.

Sebagian besar (sekitar 80%) bahan pencemar pepsisir dan laut berasal dari daratan (land based activities). Di samping itu, kerusakan lingkungan pesisir dan laut juga dapat diakibatkan oleh pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut secara berlebih, seperti over fishing.

Sumber pencemaran selain pencemaran itu sendiri juga dibagi menjadi beberapa kategori antara lain sebagai berikut:

  • Industri

Di beberapa negara industri merupakan salah satu sumber pencemar terbesar mengingat residu yang dihasilkan dari proses operasional barang berjumlah sangat besar dan sangat merusak ekosistem perikanan dan kelautan yang terdapat di pesisir dan laut. Keruysakan yang terjadi jika tidak ditangani sejak dini akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah dan dapat menimbulkkan hilangnya spesies tertentu yang terdapat di laut.

  • Limbah cair (sewage)

Limbah cair selain yang dihasilkan di industri juga banyak dihasilkan melalui limbah rumah tangga hasil cucian maupun limbah lainnya yang sulit untuk terurai jika dibiarkan begitu saja jika dialirkan menuju laut.

  • Limbah cair perkotaan (urban stormwater)

Limbah cair perkotaan merupakan akumulasi limbah yang dihasilkan di seluruh perkotaan merupakan sisa aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan.

  • Pertambangan

Pencemaran yang ditimbulkan akibat pertambangan disebabkan oleh peralatan dan bahan-bahan kimia yang dihasilkan darei kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi pertambangan.

  • Pelayaran (shipping)

Pencemaran dapat terjadi jika dari pelayaran yang dilakukan membuang sisa-sisa kegiatan operasionalnya langsung menuju ke laut tanpa diolah terlebih dahulu. Pencemaran oleh pelayaran juga dapat terjadi jika terjadi kebocoran maupun terjadi tabrakan sehingga isi dari kapal terbuang langsung di laut.

  • Pertanian

Sisa insektisida maupun pestisida merupakan beberapa unsur yang juga berbahaya jika langsung bercampur di laut oleh karena itu pengelolaan unsur-unsur berbahaya pertanian harus diperhatikan agar tidak mencemari laut.

  • Perikanan budidaya

Perikanan budidaya juga dapat merusak ekosistem laut jika pengelolaannya tidak ‘bersahabat’ dengan alam.

 

Sedangkan unsur pencemaran itu sendiri biasanya terdiri dari:

  • Sedimen
  • Unsur hara (nutrients)
  • Logam beracun
  • Pestisida
  • Organisme eksotik
  • Organisme patogen
  • Sampah (litter)
  • Oxygen depleting substances

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s