STANDAR / KETENTUAN TEKNIS JALAN BERDASARKAN PERANNYA

Sistem perencanaan jaringan jalan yang terdapat di kawasan perencanaan sangat mengacu kepada hierarki jalan.

Hierarki Jalan

Kecepatan kendaraan (km/jam)

Lebar Badan Jalan (meter)

GSJ terhadap Bangunan (meter)

Arteri primer ≥ 60 (enam puluh) ≥ 8 (delapan) ≥ 22 (dua puluh dua)
Arteri sekunder ≥ 30 (tiga puluh) ≥ 8 (delapan) ≥ 20 (dua puluh)
Kolektor primer ≥ 40 (empat puluh) ≥ 7 (tujuh) ≥ 17 (tujuh belas)
Kolektor sekunder ≥ 20 (dua puluh) ≥ 7 (tujuh) ≥ 7 (tujuh)
Lokal primer ≥ 20 (dua puluh) ≥ 6 (enam) ≥ 12 (dua belas)
Lokal sekunder ≥ 10 (sepuluh) ≥ 5 (lima) ≥ 4 (empat)
  1. Secara umum sistem jaringan jalan dalam suatu kawasan harus menunjukkan adanya pola jaringan jalan yang jelas antara jalan-jalan utama dengan jalan kolektor/lokalnya, sehingga orientasi dari kawasan-kawasan fungsional yang ada dapat terstruktur.
  2. Fungsi penghubung dalam peranan jaringan jalan pada suatu kawasan ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
  3. Penataan jalan tidak dapat terpisahkan dari penataan pedestrian, penghijauan, dan ruang terbuka umum.
  4. Penataan ruang jalan dapat sekaligus mencakup ruang-ruang antarbangunan yang tidak hanya terbatas dalam Damija dan termasuk untuk penataan elemen lingkungan, penghijauan, dan lain-lain.
  5. Pemilihan bahan pelapis jalan dapat mendukung pembentukan identitas lingkungan yang dikehendaki, dan kejelasan kontinuitas pedestrian.

Fungsi Klasifikasi Jalan 

Klasifikasi

Jenis Gerakan yang Dilayani

Penanganan Akses yang Diinginkan

Penanganan Desain yang Diinginkan

Arteri Primer

Terutama lalu lintas terusan, gerakan-gerakan antardaerah dan antarsektor

Tidak ada akses

Jalan berjalur 4-8 dengan pemisahan persimpangan sepenuhnya

Arteri Sekunder

Terutama untuk menanggung lalu lintas terusan, gerakan antarsektor

Akses yang terbatas kemanfaat-manfaat tanah yang utama

Tanjakan bagian jalan berjalur 2-6 memisahkan persimpangan-persimpangan lain terkendali

Kolektor Primer

Keseimbangan antara lalu lintas terusan dan lalu lintas akses, lalu lintas terusan tidak digiatkan

Akses langsung, penggunaan bagian depan jalan terkendali

Persimpangan jalan dengan 2-4 jalur tidak terkontrol

Kolektor Sekunder

Terutama lalu lintas akses, lalu lintas terusan dicegah

Akses langsung

Jalan akses dengan 1-2 jalur

Lokal

Lalu lintas akses saja, bidang tanah atau pembangunan/perorangan

Akses langsung

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s