4. DRAINASE

DRAINASE

 

 

JENIS DAN MACAM DRAINASE

Saluran drainase, baik yang alami maupun buatan, yang berada dan/atau melintasi dalam wilayah administrasikota, dibagi menjadi dua golongan, yaitu saluran drainase regional dan saluran drainasekota.

  1. Saluran drainase regional yaitu saluran drainase yang berawal dari luar batas administrasikota, hulunya berada relatif jauh dari bataskota, lajur salurannya melintasi wilayahkota.
  2. Saluran drainasekotaadalah saluran drainase yang mempunyai hulu/awalan aliran berada di dalam wilayahkota. Saluran drainasekotamungkin bermuara pada saluran drainase regional, baik yang berada di wilayahkotamaupun yang berada di luar wilayah bataskota. Salurankotayang bermuara di luar bataskota, bagian lajur yang berada di luar bataskotadapat disebtu jajur saluran drainase regional.

Saluran drainasekotadibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu :

    1. Drainase Mayor I, di mana mempunyai Luas Daerah Pengaliran (DPS) lebih besar dari 100 Ha.
    2. Drainase Mayor II, di mana mempunyai Luas Daerah Pengaliran (DPS) 50-100 Ha.
    3. Drainase Minor, di mana mempunyai Luas Daerah Pengaliran (DPS)-nya < 50 Ha. Sedangkan drainase minor dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  1. Saluran drainase induk, di mana mempunyai DPS antara 25-50 Ha, juga dapat disebut saluran drainase primer.
  2. Saluran drainase cabang, dimana mempunyai DPS antara 5-25 Ha, juga disebut saluran drainase sekunder.
  3. Saluran drainase awalan, di mana mempunyai DPS antara 0-5 Ha, juga disebut saluran drainase tersier.

Saluran drainase ada 2 macam, yaitu :

  1. Saluran tertutup

Berfungsi mengalirkan air, baik yang sudah tercemar maupun yang belum tercemar, saluran ini dibangun untuk daerah dengan kepadatan tinggi dan lahan yang sempit, misalnya komersil, perkantoran dll.

  1. Saluran terbuka

Saluran terbuka berfungsi untuk menyalurkan air yang belum tercemar atau kualitasnya tidak membahayakan. Lokasinya terletak pada daearh yang masih tersedia lahan seta tidak pada daerah yang sibuk.

Tujuan dan Fungsi Drainase Perkotaan

Tujuan dibangunnya prasarana saluran drainase perkotaan adalah untuk :

  1. menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
  2. melindungi alam dan lingkungan seperti tanah, kualitas udara dan kualitas air.
  3. menghidari bahaya, kerusakan materil, kerugian dan beban-beban lain yang disebabkan oleh amukan limpasan banjir.
  4. memperbaiki kualitas lingkungan
  5. konservasi sumber daya air

Fungsi dari drainase perkotaan antara lain adalah sebagai berikut :

    1. mengeringkan daerah becek dan genangan air
    2. mengendalikan akumulasi limpasan air hujan yang berlebihan
    3. mengendalikan erosi, kerusakan jalan dan bangunan-bangunan.

Konsep Perencanaan DRAINASE

Konsep dasar perencanaan sistem drainase yang direkomendasikan untuk  dijadikan sebagai acauan adalah sebagai berikut :

  1. Sedapat mungkin memanfaatkan drainase alam yang dimiliki oleh daerah rencana
  2. Aliran limpasan harus dibatasi dengan berprinsip pada :

–          Limpasan air hujan selama masih belum berbahaya dihambat semaksimal mungkin agar ada kesempatan untuk infiltrasi, sehingga limpasan berkurang.

–          Kecepatan aliran dalam saluran tidak terlalu tinggi sehingga tidak merusak konstruksi saluran tetapi tidak boleh terlalu rendah untuk menghindari terjadinya penggerukan dinding saluran akibat terlalu tingginya kecepatan dan tidak terjadi pengendap sepanjang saluran akibat aliran yang terlalu rendah.

–          Kemiringan dasar saluran pada daerah dengan kemiringan kecil diusahakan mengikuti kemiringan permukaan tanah, untuk kemiringan terjal didasarkan pada kecepatan maksimum dan untuk kemiringan dasar saluran didasarkan pada kecepatan maksimum yang self cleansing (membersihkan sendiri).

–          Profil saluran harus optimal dan mampu menampung debit maksimum (debit banjir).

–          Air hujan harus sedapat mungkin mencapai badan air penerima untuk menghindari terjadinya genangan atau luapan.

–          Bagi daerah yang dapat menimbulkan genangan atau pencemaran terhadap lingkungan aliran drainasenya tidak boleh bercampur dengan sungai atau irigasi.

  1. Saluran drainase harus sependek mungkin jaraknya terhadap Out Fall (sungai atau badan penerima lainnya).
  2. Bagian-bagian yang susah dalam operasional pemeliharaan diusahakan seminimal mungkin terjadi.
  3. Bagian-bagian yang rawan dari kerusakan diusahakan mudah ditangani dengan penambahan perlengkapan saluran.

MODEL PENGHITUNGAN DRAINASE

  1. 1.   Kapasitas Saluran

Untuk menghitung kapasitas saluran, digunakan persamaan kontinuitas dan rumus Manning :

Q = V . A

V = R2/3 . S

n

 

dimana :

Q       = debit pengaliran (m3/detik)

V        = kecepatan rata-rata dalam saluran (m/detik)

R        = jari-jari (m)

S        = kemiringan dasar saluran (m/m)

n        = koefisien kekasaran dinding Manning

Sesuai dengan sifat bahan saluran yang dipakai untukkota, maka harga n tercantum dalam tabel di bawah ini.

Tabel

Harga Koefisien Kekasaran Dinding saluran (n)

No Dinding Saluran Kondisi N
1 Pasangan Batu ¨      Plesteran semen kurang halus

¨      Plesteran semen dan pasir

¨      Beton dilapisi baja

¨      Beton dilapisi kayu

¨      Batu bata kosong kasar

¨      Pasangan batu keadaan jelek

0,0100

0,0120

0,0120

0,0130

0,0150

0,0200

2 Batu Kosong ¨      Halus dipasang rata

¨      Batu bengkaran batu pecah & batu belah

¨      Batu guling dipasang dalam semen kerikil halus padat

0,0130

0,0170

0,0200

3 Tanah ¨      Rata dan dalam keadaan baik

¨      Dalam keadaan biasa

¨      Dengan batu-batu dan tumbuh-tumbuhan

¨      Dalam keadaan jelek

¨      Sebagian terganggu oleh batu-batu dan tumbuh-tumbuhan

0,0200

0,0225

0,0250

0,0350

0,0500

Sumber : Imam Subarkah, Ir., Hidrologi Untuk Perencanaan Bangunan Air

  1. 2.  Kecepatan Aliran

Penentuan kecepatan aliran di mana saluran yang direncanakan didasarkan pada kecepatan minimun yang diperbolehkan agar tetap self cleansing dan kecepatan maksumum yang diperbolehkan agar tetap aman.

–          Kecepatan maksimum yang diperbolehkan adalah 3,0 m3/detik merupakan kecepatan aliran terbesar yang tidak mengakibatkan penggerusan pada lahan saluran.

–          Kecepatan minimum yang diperbolehkan 0,6 m3/detik, yaitu kecepatan aliran terendah di mana tidak terjadi pengendapan pada saluran (tercapainya self cleansing) dan tidak mendorong pertumbuhan tanaman air dan gang-gang.

Tabel

Type Saluran dan Batas Kecepatan Aliran yang di pakai untuk kota

Tipe Saluran Variasi Kecepatan

(m/detik)

Bentuk bulat, buis beton

Bentuk Persegi, pasangan batu kali

Bentuk Trapesium, tanpa pengerasan

0,75 – 3,0

1,0 – 3,0

1,6 – 1,5

Sumber : DPU, Bahan Training untuk Sistem Drainase, Cipta Karya, 1985

3. Kemiringan Dasar Saluran dan Talud Saluran

Kemiringan yang dimaksudkan adalah kemiringan dasar saluran. Sedangkan talud saluran adalah kemiringan dinding saluran. Kemiringan dasar saluran direncanakan sedemikian rupa, sehingga dapat memberikan pengaliran secara gravitasi dengan batas kecepatan minimun tidak terjadi pengendapan-pengendapan, dan kecepatan maksimum tidak boleh terjadi perusakan pada dasar meupun pada dinding salurannya, dengan arti bahwa daya aliran dapat membersihkan endapan sendiri (self cleansing velocity).

  1. Ambang Batas (Free Board)

Ambang batas pada saluran dan perlengkapan adalah jarak vertical dari permukaan saluran/perlengkapan saluran tertinggi terhadap permukaan air di dalam saluran/perlengkapan saluran tersebut.

  1. Penampungan Saluran

Bentuk saluran yang akan digunakan adalah dengan bentuk/penampang bulat, persegi empat dan trapesium.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemeliharaan bentuk saluran ini meliputi :

–          Tata guna tanah daerah perencanan yang akan berpengaruh terhadap kesediaan tanah dan kepadatan lalu lintas.

–          Kemampuan pengaliran, dengan memperhatikan jenis bahan saluran yang dipergunakan.

–          Kemudahan pebuatan dan pemeliharaannya.

Tabel

Bentuk-bentuk Dasar Penampang Saluran, Fungsi dan Lokasinya

No Bentuk Saluran Fungsi Lokasi
1 Trapesium Untuk menyalurkan limhan air hujan dengan Q besar yang sifat alirannya terus menerus dengan fluktuasi kecil Pada daerah yang cukup lahan
2 4 persegi panjang Untuk menyalurkan limbah air hujan dengan Q besar yang sifat alirannya terus menerus dengan fluktuasi kecil Pada daearah yang tidak/kurang tersedia lahan
3 ½ Lingkaran Untuk menyalurkan limbah air hujan dengan Q kecil
4 Segitiga Untuk menyalurkan limhan air hujan dengan Q kecil, tetapi dengan Q sangat kecil sampai nol dan banyak lahan endapan
5 Bulat Lingkaran Berfungsi baik untuk menyalurkan air hujan maupun air bekas atau keduanya Pada tempat-tempat keramaian, kesibukan (pertokoan)

Sumber : Masduki, 1990

 

Perlengkapan Saluran

Perlengkapan saluran dimaksudkan sebagai sarana pelengkap pada sistem penyaluran air hujan, sehingga fungsi pengaliran dapat terjadi sebagaimana yang direncanakan. Dalam hal ini diuraikan fungsi dan arti pelengkap termasuk di dalamnya pemakaian rumus dan perhitungannya.

Sambungan Persil

Sambungan persil adalah sambungan saluran air hujan dari rumah-rumah ke saluran air hujan yang berada di tepi jalan. Sambungan ini dapat berupa saluran terbuka atau tertutup dan dibuat terpisah dsari saluran air kotor. Agar kelancaran terjamin maka akhir sambungan persil harus ada di atas maka air maksimum pada saluran air hujan di tepi jalan.

Street Inlet

Street Inlet ini adalah lubang di sisi-sisi jalan yang berfungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan yang berada di sepanjang jalan menuju ke dalam saluran. Sesuai dengan kondisi dan penempatan saluran serta fungsi jalan yang ada, maka pada jenis penggunaan saluran terbuka, tidak diperlukan street inlet, karena ambang saluran yang ada merupakan bukaan bebas.

Perlengkapan streetinlet mempunyai ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

–          Ditempatkan pada daerah yang rendah di mana limpasan air hujan menuju ke arah tersebut.

–          Air yang masuk melalui street inlet haru dapat secepatnya menuju ke dalam saluran.

–         Jumlah streetinlet harus cukup untuk dapat menangkap limpasan air hujan pada jalan yang bersangkutan.

Saluran Pemeriksa (Man Hole)

Pada saluran yang tertutup dibuat sumuran pemeriksa dengan fungsi :

  1. Sebagai baak kontrol, untuk pemeriksaandan pemeliharaan saluran.
  2. Untuk memperbaiki saluran bila terjadi kerusakan saluran.
  3. Melengkapi struktur bila terjadi perubahan dimensi.
  4. Sebagai ventilasi untuk keluar masuknya udara.
  5. Sebagai terjunan (drop manhole) saluran tertutup.

Penempatan manhole terutama pada titik-titik di mana terletak street inlet, belokan pertemuan saluran dan diawali dan diakhiri saluran pada gorong-gorong. Pada saluran yang lurus dan panjang, penempatan manhole tergantung pada diameter saluran.

 


Tabel

Jarak Sumuran Pemeriksa Pada Saluran Lurus

 

Diameter Saluran

(cm)

Jarak

(m)

20 – 50

60 – 100

100 – 200

200

10 – 25

25 – 75

75 – 150

150 – 200

Sumber : Babbit, Sewerage and Sewerage Treatment, 1969

Gorong-gorong

Gorong-gorong adalah merupakan bangunan perlintasan karena adanya saluran yang melintasi jalan. Perencanaan gorong-gorong di dasarkan atas besarnya debit pengaliran sesuai dengan keadaan saluran dan sifat-sifat hidrolisnya.

Pertemuan Saluran (Junction)

Junction adalah pertemuan dua saluran atau lebih dari arah yang berbeda pada suatu titik. Pada kenyataan, pertemuan dua saluran ini mempunyai ketinggian dasar saluran yang tidak terlalu sama, sehingga kehilangan tekanannya sulit diperhitungkan.

Dalam perencanaan ini, pertemuan saluran ini diusahakan mempunyai ketinggian yang sama untuk mengurangi konstruksi yang berlebihan yaitu dengan jalan optimasi kecepatan untuk menghasilkan kemiringan yang diinginkan. Untuk mengurangi kehilangan tekanan terlalu besar dan keamanan konstruksi, maka dinding pertemuan saluran dibuat tidak bersudut atau dibuat lengkung serta diperhalus. Untuk pertemuan saluran yang berbeda jenis maupun bentuknya digunakan bak yang berfunsi sebagai bak pengumpul.

Out Fall

Out fall merupakan ujung saluran yang ditempatkan pada sungai atau badan air penerima lainnya. Struktur out fall ini hampir sama dengan struktur bangunan terjunan, karena biasanya titik ujung saluran terletak pada elepasi yang lebih tinggi dari pada badan air penerima, sehingga dalam perencanaan out fall ini merupakan bangunan terjunan miring dari konstruksi pasanganbatu kali/batu belah dengan jenis sky jump.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s