KONSEP DASAR PERENCANAAN DRAINASE

KONSEP DASAR PERENCANAAN DRAINASE

Konsep dasar perencanaan sistem drainase yang akan dijadikan sebagai acuan adalah sebagai berikut :

1.      Sedapat mungkin memanfaatkan drainase alam yang dimiliki oleh daerah rencana

2.      Aliran limpasan harus dibatasi dengan berprinsip pada :

-          Limpasan air hujan selama masih belum berbahaya dihambat semaksimal mungkin agar ada kesempatan untuk infiltrasi, sehingga limpasan berkurang.

-          Kecepatan aliran dalam saluran tidak terlalu tinggi sehingga tidak merusak konstruksi saluran tetapi tidak boleh terlalu rendah untuk menghindari terjadinya penggerukan dinding saluran akibat terlalu tingginya kecepatan dan tidak terjadi pengendap sepanjang saluran akibat aliran yang terlalu rendah.

-          Kemiringan dasar saluran pada daerah dengan kemiringan kecil diusahakan mengikuti kemiringan permukaan tanah, untuk kemiringan terjal didasarkan pada kecepatan maksimum dan untuk kemiringan dasar saluran didasarkan pada kecepatan maksimum yang self cleansing (membersihkan sendiri).

-          Profil saluran harus optimal dan mampu menampung debit maksimum (debit banjir).

-          Air hujan harus sedapat mungkin mencapai badan air penerima untuk menghindari terjadinya genangan atau luapan.

-          Bagi daerah yang dapat menimbulkan genangan atau pencemaran terhadap lingkungan aliran drainasenya tidak boleh bercampur dengan sungai atau irigasi.

3.      Saluran drainase harus sependek mungkin jaraknya terhadap Out Fall (sungai atau badan penerima lainnya).

4.      Bagian-bagian yang susah dalam operasional pemeliharaan diusahakan seminimal mungkin terjadi.

5.      Bagian-bagian yang rawan dari kerusakan diusahakan mudah ditangani dengan penambahan perlengkapan saluran.

Jenis dan Macam Drainase

Saluran drainase, baik yang alami maupun buatan, yang berada dan/atau melintasi dalam wilayah administrasi kota, dibagi menjadi dua golongan, yaitu saluran drainase regional dan saluran drainase kota.

A.    Saluran drainase regional yaitu saluran drainase yang berawalan dari luar batas administrasi kota, awalan/hulunya berada relatif jauh dari batas kota, lajur salurannya melintasi wilayah kota.

B.      Saluran drainase kota adalah saluran drainase yang mempunyai hulu/awalan aliran berada di dalam wilayah kota. Saluran drainase kota mungkin bermuara pada saluran drainase regional, baik yang berada di wilayah kota maupun yang berada di luar wilayah batas kota. Saluran kota yang bermuara di luar batas kota, bagian lajur yang berada di luar batas kota dapat disebtu jajur saluran drainase regional.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s